Postingan

Stiker BANSOS: Solusi Administratif atau Sanksi Sosial? (Analisis Sosiologi Hukum)

BAB I Pendahuluan: BANSOS dan Krisis Definisi yang Menciptakan Kekacauan 1.1 Bansos: Tujuan Mulia vs. Kekacauan Penerapan Program Bantuan Sosial (BANSOS) diciptakan untuk mengangkat martabat ekonomi keluarga miskin. Namun, sejak Indonesia merdeka, pertarungan klasik selalu terjadi: Misalokasi dana . Program yang diciptakan sudah sangat bagus  PKH,  BPNT, PIP, KIP, PBI, BLT.  Program ini menyasar keluarga miskin ibu hamil agar melahirkan tanpa biaya,  Menyasar anak sekolah, mengurangi tingkat putus sekolah akibat biaya Menyasar Lanjut usia, membantu kehidupannya karena tenaga sudah tidak mampu bekerja maksimal. Tidak hanya itu semua dibalut dengan Penerima Bantuan Iuran, untuk memberikan jaminan kesehatan gratis. Tapi akah tepat sasaran? Sudah menjadi rahasia umum jika daftar penerima Bansos seringkali menjadi "Arisan Kerabat" di lingkup perangkat Desa/Kelurahan. Masyarakat berteriak: "Penerima Bansos rumahnya besar, gelangnya banyak!"  Ada yang bilang "Saya ju...

[KISAH NYATA] Debat Debt Collector & "Oknum" Bersenjata: Saat Teori Hukum Diuji Nyali (Kasus Tarik Paksa)

BAB I Pendahuluan – Malam Mencekam & Tamu Tak Diundang ​ Debt Collector (DC) memang profesi yang sah. Secara teori, mereka dilindungi hukum dan punya sertifikasi profesi. ​Tapi pertanyaannya: Apakah sertifikasi itu melatih mereka untuk mencegat dan menarik paksa kendaraan layaknya "Begal Berlisensi"? ​Ini kisah nyata. Bukan fiktif, bukan omong kosong. Ini adalah malam di mana saya, sebagai Sarjana Hukum, harus terjun langsung ke medan pertempuran untuk membela kerabat saya. ​ Kronologi Hujan & Ketegangan ​Malam itu hujan gerimis turun tipis-tipis, menambah dingin suasana yang mendadak tegang. Warga sudah berkumpul. Suara nada tinggi saling sahut-sahutan memecah keheningan kampung. ​Masalahnya klasik tapi mematikan: Kerabat saya (debitur) menunggak cicilan mobil. Fatalnya, unit mobil tersebut telah digadaikan ke pihak lain secara bawah tangan (ilegal). ​Situasi di lapangan sangat rumit: ​ Pihak DC: Dua orang berbadan kekar menunggu di ujung jalan. ​ Pihak ...

[ARSIP HUKUM] Melek Hukum untuk Rakyat: Membedah Aturan yang "Mencekik" & Hak yang Sering Dilupakan

BAB I ​Pendahuluan: Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Logika? ​ Kasus hukum tidak pernah pudar dari kehidupan kita. Tapi pahamilah satu hal: Hukum itu bukan sekadar Pasal atau Undang-Undang tebal. Hukum adalah Aturan yang dibuat penguasa, bersifat mengikat, dan ada sanksi jika dilanggar. ​Segala bentuk aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis, baik yang punya legitimasi negara maupun kesepakatan lokal, adalah hukum dalam skala mikro. ​ Contoh sederhananya: ​Pak RT/RW memasang plang di setiap sudut kampung: "Tamu Wajib Lapor 1x24 Jam" . ​Ibu Kos menempel tulisan di pintu: " Tamu Lawan Jenis Dilarang Masuk Kamar & Wajib Pulang Jam 11 Malam " . ​ Apakah itu hukum? Jelas, itu hukum. Apakah punya legitimasi? ​ Pak RT: Punya legitimasi dari Peraturan Daerah (Perda). ​ Ibu Kos: Punya legitimasi sebagai "Penguasa Properti" (Hak Milik). ​Meskipun sederhana, aturan-aturan ini mengikat. Namun, saat kita bicara hukum negara, seringkali ia terasa...

[OPINI] Matinya Komunitas Blogger Pemula: Saat "Sharing" Berubah Jadi "Selling"

BAB I ​Pendahuluan: Tersesat di Hutan Tutorial ​Di awal pembuatan blog, tentu kita harus riset dulu: Apa itu blogger? Bagaimana teknisnya? Bagaimana cara main SEO yang benar? ​Sebagai blogger pemula , kita ibarat orang yang kehausan di tengah gurun. Kita haus informasi. Kita searching di Google, Bing, masuk ke grup Facebook "Blogger Pemula Indonesia", hingga mengubek-ubek YouTube mencari tutorial "Cara Cepat Monet". ​ PERTANYAANNYA: Apakah kita puas dengan hasil pencariannya? JAWABANNYA: TIDAK. Kita justru makin tersesat. ​Mari kita bedah realita pahit yang saya temukan di lapangan: ​ 1. Search Engine (Google/Bing): Teori Basi Menampilkan artikel dari blogger "sepuh" dengan judul klise seperti " 10 Tips Blogger Pemula " atau " Cara Sukses blogger dari Nol " . Isinya? Teori normatif tahun 2015 yang sudah tidak relevan di era AI atau update tanggal dan tahun tapi isinya sama. ​ 2. Facebook: Hutan Belantara Makelar Apa yang ...

[PILAR KARIR 2025] Peta Jalan Pekerja & Freelancer: Melawan Stigma Pengangguran & Sistem Kerja yang Tidak Adil

BAB I ​Pendahuluan: Ilusi "Karir Aman" di Era Ketidakpastian ​Karir yang mapan dan jelas adalah dambaan setiap orang, kepastian, kejelasan dan keuntungan yang didapat dari memulai karir sampai pada titik pensiun. Kita dibesarkan dengan dogma lama: "Sekolah pintar, lamar kerja, pensiun tenang." Di tahun 2025 , dogma itu sudah basi. Bukan karena lama di diamkan tapi terlalu sering diangetkan. ​Dunia kerja hari ini dipenuhi oleh jebakan sistem . Di dunia nyata (korporat), perusahaan berlomba-lomba menghapus status "Karyawan Tetap" demi efisiensi biaya lewat sistem Mitra/Outsourcing. Di dunia digital (online), kita dihantui oleh algoritma global dan persaingan dengan AI. Kedua sistem ini membuat kita pesimis , Apakah bisa kita bersaing?, Apakah bisa kita bertahan? dalam keganasan dunia modern yang diciptakan bukan oleh masa, tapi oleh manusia itu sendiri dengan misi efisiensi kerja. ​Artikel ini adalah Manifesto Karir . Saya mengumpulkan analisis krit...

[DATABASE SCAM 2025] Bongkar Modus Penipuan Digital: Dari Email & Telegram Palsu hingga Aplikasi 'Penghasil Uang'

BAB I ​Pendahuluan: Hutan Rimba Digital yang Mematikan ​ Pernahkah Anda berada di posisi ini? HP bergetar. Ada notifikasi email dari Bank BCA, atau tawaran kerja freelance via Telegram, atau sapaan manis "Halo Kak" dari nomor asing. ​Hati kecil Anda berteriak: "Ini beneran atau tipuan?" ​Tindakan pertama Anda pasti melakukan cross-check . Mungkin cari di YouTube, Facebook, atau googling di google dan Bing. ​Misal kalian ketik di search Penipuan Email BCA Tapi apa yang muncul di pencarian teratas? ​ Situs Resmi: Hanya menampilkan pencitraan brand image yang kaku. ​ Media Berita: Hanya menyalin berita viral dari postingan sosmed dengan judul dan foto yang heboh tanpa analisis mendalam. ​ ​ Di sinilah letak masalahnya. Di era yang katanya "Banjir Informasi", kita justru kekeringan Informasi yang Jujur . Korban penipuan berjatuhan bukan karena mereka bodoh. Tapi karena internet dipenuhi oleh endorsement palsu dan artikel berita yang tidak pernah m...